Jumat, 26 September 2014

bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari



Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita hidup di dunia ini tidak akan bisa lepas dari bahan kimia. Setiap hari pasti kita pasti membutuhkan yang namanya bahan kimia. Mulai dari makanan,alat kebersihan (sabun,deterjen,sampho,dll),kendaraan,dan masih banyak lagi.
Pada artikel ini saya akan membahas tentang alat kebersihan. Mengapa??? Karena setiap hari kita pasti menggunakan bahan tersebut. Dan banyak diantara kita yang tidak mengetahui apa kandungan yang terdapat dalam bahan tersebut.
Apa itu bahan kimia????? Kimia dalam bahasa arab kimiya yang artinya perubahan benda atau zat,dalam bahasa Yunani khemeia yang artinya ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,struktur,dan sifat zat atau materi dari sekala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.
Macam-macam alat kebersihan yang mengandung zat atau bahan kimia yang kita gunakan sehari-hari :
1.    Detergen
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.


Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut:
1. Surfaktan
Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:
a. Anionik :
-Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)
-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium
c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines
2. Builder
Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
a. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Asetat :
- Nitril Tri Acetate (NTA)
- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silikat : Zeolit
d. Sitrat : Asam Sitrat


3. Filler
Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.
4. Aditif
Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzim, Boraks, Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC

2.    Sabun Mandi
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSGBpuBFp6ksvLUKEDepUpmQ6PvI8epOZxHdspqh3uARjqo6bid
Sabun adalah senyawa garam dari asam-asam lemak tinggi,seperti natrium stearat. Suatu gambaran dari stearat terdiri dari ion karboksil sebagai "kepala" dengan hidrokarbon yang panjang sebagai "ekor". Oleh karena itu sabun mengemulsi atau mengsuspensi bahan organik dalam air. Keuntungan yang utama dari sabun sebagai bahan pencuci terjadi dari reaksi dengan kation-kation divalen membentuk garam-garam dari asam lemak yang tidak larut.



3.    Shampo
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSOw6tPZF-0EoU6skWj-ryYA-sYasDNZ1mp0C6l9NT4fOalqz5i

Pada shampo terbagi dalam beberapa jenis :
A. Bahan pembersih, umumnya berupa sistem surfaktan. Kadang selain   surfaktan, ditambahkan pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan. Bahan surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat), natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.
B. Bahan conditioner, biasanya digunakan bahan berupa surfaktan kationik, seperti olealkonium klorida, distearildimonium klorida, dan isostearil etildimonium etosulfat.
C. Bahan aditif fungsional, termasuk di dalamnya bahan yang dapat mengontrol viskositas sampo. Dapat dibayangkan apabila sampo terlalu encer, sampo akan sukar dipakai, demikian pula jika sampo, misalnya, sekental pasta gigi. Bahan yang umum digunakan adalah surfaktan amfoterik, seperti kokamidopropil betain atau kokamidopropil hidroksisultain. Aditif lain adalah pengontrol pH, agar sampo mempunyai pH antara 3,5 dan 4,5.
D. Pengawet, sampo tanpa pengawet akan merupakan tempat ideal bagi berkembangnya berbagai jenis bakteri. Hal ini akan membuat produknya cepat rusak dan dapat membahayakan kesehatan. Pengawet yang umum digunakan adalah natrium benzoat, paraben, tetranatrium EDTA.
E. Bahan aditif estetik, termasuk di dalamnya pewarna, parfum yang membuat sampo enak dipakai.
F. Bahan-bahan aktif medis, misalnya beberapa sampo mengandung seng piritionin yang dapat mengobati ketombe, atau pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang meningkatkan kelembaban rambut.

Ini yang dapat saya sampaikan,semoga bermanfaat
Refrensi dari :
atiniwahyuutami09303241038.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia