Bahan Kimia Dalam Kehidupan
Sehari-hari
Kita hidup
di dunia ini tidak akan bisa lepas dari bahan kimia. Setiap hari pasti kita
pasti membutuhkan yang namanya bahan kimia. Mulai dari makanan,alat kebersihan
(sabun,deterjen,sampho,dll),kendaraan,dan masih banyak lagi.
Pada artikel
ini saya akan membahas tentang alat kebersihan. Mengapa??? Karena setiap hari
kita pasti menggunakan bahan tersebut. Dan banyak diantara kita yang tidak
mengetahui apa kandungan yang terdapat dalam bahan tersebut.
Apa itu
bahan kimia????? Kimia dalam bahasa arab kimiya yang artinya perubahan benda
atau zat,dalam bahasa Yunani khemeia yang artinya ilmu yang mempelajari
mengenai komposisi,struktur,dan sifat zat atau materi dari sekala atom hingga
molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk
membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.
Macam-macam
alat kebersihan yang mengandung zat atau bahan kimia yang kita gunakan
sehari-hari :
1.
Detergen

Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.
Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai
daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.
Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut:
1. Surfaktan
Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif
permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob
(suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air
sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Secara
garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:
a. Anionik :
-Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)
-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium
c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines
2. Builder
Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci
dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
a. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Asetat :
- Nitril Tri Acetate (NTA)
- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silikat : Zeolit
d. Sitrat : Asam Sitrat
3. Filler
Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak
mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh
Sodium sulfat.
4. Aditif
Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk
lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak
berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih
untuk maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzim, Boraks, Sodium klorida,
Carboxy Methyl Cellulose (CMC
2.
Sabun Mandi

Sabun adalah
senyawa garam dari asam-asam lemak tinggi,seperti natrium stearat. Suatu
gambaran dari stearat terdiri dari ion karboksil sebagai "kepala"
dengan hidrokarbon yang panjang sebagai "ekor". Oleh karena itu sabun
mengemulsi atau mengsuspensi bahan organik dalam air. Keuntungan yang utama
dari sabun sebagai bahan pencuci terjadi dari reaksi dengan kation-kation
divalen membentuk garam-garam dari asam lemak yang tidak larut.
3.
Shampo

Pada shampo terbagi dalam beberapa jenis :
A. Bahan
pembersih, umumnya
berupa sistem surfaktan. Kadang selain surfaktan,
ditambahkan pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan
surfaktan. Bahan surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik,
seperti natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat),
natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.
B. Bahan
conditioner,
biasanya digunakan bahan berupa surfaktan kationik, seperti olealkonium
klorida, distearildimonium klorida, dan isostearil etildimonium etosulfat.
C. Bahan
aditif fungsional,
termasuk di dalamnya bahan yang dapat mengontrol viskositas sampo. Dapat
dibayangkan apabila sampo terlalu encer, sampo akan sukar dipakai, demikian
pula jika sampo, misalnya, sekental pasta gigi. Bahan yang umum digunakan
adalah surfaktan amfoterik, seperti kokamidopropil betain atau kokamidopropil
hidroksisultain. Aditif lain adalah pengontrol pH, agar sampo mempunyai pH
antara 3,5 dan 4,5.
D.
Pengawet, sampo
tanpa pengawet akan merupakan tempat ideal bagi berkembangnya berbagai jenis
bakteri. Hal ini akan membuat produknya cepat rusak dan dapat membahayakan
kesehatan. Pengawet yang umum digunakan adalah natrium benzoat, paraben,
tetranatrium EDTA.
E. Bahan
aditif estetik,
termasuk di dalamnya pewarna, parfum yang membuat sampo enak dipakai.
F.
Bahan-bahan aktif medis, misalnya beberapa sampo mengandung seng piritionin yang dapat mengobati
ketombe, atau pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang meningkatkan
kelembaban rambut.
Ini yang
dapat saya sampaikan,semoga bermanfaat
Refrensi
dari :
atiniwahyuutami09303241038.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia